MASALAH ADALAH ANUGERAH TERINDAH TUHAN BUAT KITA??????

Seringkali kita berpikir bahwa ketika kita dapat masalah yang ada dalam penyikapan kita adalah terus mengeluh, menggerutu dan akhirnya menghindar. bahkan ada yang sampai berani2nya mengutuk Tuhan lho. waw???

masalahnya justru karena kebanyakan masalah itu malah ditimbulkan oleh kesalahan, keteledoran, ketidakcermatan, penguasaan diri yang kurang, keegoisan, kemalasan, nafsu birahi yang tinggi, ketidakjujuran dan sebagainya. tapi berani2nya kita menghakimi TUhan yang membuat itu semua terjadi, xixixi desparate banget yah kayaknya. tetapi dengan itupun kita bisa mengambil banyak hikmah dari itu semua....

Tapi ada masalah yang justru itu diluar kekuasaan kita dan bukan berasal dari kesalahan kitta. Artinya kita seperti ditimpai masalah trsebut. nah lho???? justru nahitu mungkin tanda 2nya bahwa Tuhan sedang menguji kita. Setelah saya baca kitab dari semua agama.... ada kesimpulan seperti ini...... "BIASANYA TUHAN AKAN MEMBERIKAN SESUATU YANG LEBIH BESAR SETELAH DIA MENGUJINYA TERLEBIH DAHULU"

so ketika kita dapat masalah, PLIIIIS yang dipikirkan jangan masalahnya, tetapi justru apa yang akan TUhan berikan setelah masalah itu diseleseikan dengan baik. ADA BANYAK CONTOH SOAL ITU. saya sendiri suka dapat masalah tiba2, tetapi saya berpikir seperti yang diatas, waw...ternyata anugerah Tuhan dibalik itu semua GEDEEEEEE BANGET....
Oke simak ceira berikut ini yah ....

Seorang gadis mengadu pada ibunya, berkeluh kesah tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu dan merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah teratasi, akan timbul masalah baru.

Ibunya mengajak putrinya menuju dapur. Diisinya 3 buah panci dengan air dan direbusnya air itu dengan api yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua, dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu sampai ketiga air di panci kembali mendidih.

Dalam 20 menit kompor-kompor dimatikan oleh sang ibu. Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring. Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam piring dan gelas berbeda. Sang ibu memandang putrinya sambil berkata :” Katakan apa yang kamu lihat.” Putrinya menjawab : “ Wortel, telur dan kopi.”

Ibunya meminta putrinya agar mendekat dan merasakan wortel itu. “ Wortel itu menjadi lembek.” Ibunya kemudian meminta putrinya untuk memecahkan telur yang telah matang itu. Setelah mengupas kulitnya, dia sadar bahwa isi telur itu telah mengeras karena direbus. Akhirnya sang
ibu meminta putrinya untuk meminum kopi yang telah matang. Putrinya tersenyum merasakan keharuman kopinya. “Apa arti semua ini, ibu ?” tanya putrinya.

Ibunya menjelaskan bahwa setiap benda-benda itu telah melewati “Kemalangan” yang sama, yaitu direbus di dalam air mendidih. Namun tiap benda punya reaksi berbeda.

Wortel itu sebelumnya kuat, keras dan “tidak berperasaan.” Namun setelah direbus dia menjadi lunak dan lemah. Telur itu sebelumnya rentan, mudah pecah. Punya dinding tipis untuk melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah direbus, cairan di dalamnya menjadi keras. Sedang butiran kopi adalah fenomena unik, ia menjadi air setelah direbus.
“Termasuk yang mana kamu, anakku ?” kata ibu pada putrinya.

”Jika kemalangan mengetuk pintumu, bagaimana kamu meresponnya ?
Apakah kamu seperti wortel, sebutir telur atau biji kopi ?”

Camkan Hal ini :
Termasuk yang mana aku ini ? Apakah seperti wortel yang terlihat keras namun ketika dihadang masalah dan kemalangan aku menjadi lemah dan kehilangan kekuatanku ?

Apakah hatiku rentan seperti isi telur, namun ketika “di didihkan” oleh kematian, perpisahan, masalah keuangan atau ujian-ujian lainnya menjadikan hatiku kuat ?

Apakah dinding luarku masih terlihat sama namun kini didalam aku menjadi seorang yang gigih dan berjiwa keras ?

Atau aku mirip dengan biji kopi ? Biji kopi sebenarnya mengubah air panas disekitarnya, yaitu keadaan yang membawanya dalam kepedihan. Ketika air mulai mendidih, maka dia mengeluarkan aroma dan rasa kopi yang nikmat.

Bila keadaan menjadi kian memburuk, mampukah kalian mengubah situasi di sekitar menjadi suatu kebaikan ? Ketika hari kian gelap dan ujian semakin meningkat, apakah kalian mengangkat diri sendiri ke tingkatan yang lain? Bagaimana kalian menangani masalah-masalah hidup yang datang silih berganti ? Apakah kalian mirip sebuah wortel, sebutir telur atau biji kopi ?

0 Comment: